Lost Focus

I'm thinking about everything. Or maybe… i don't think?

Underground River Tour Philippines 

Masih belum banyak orang Indonesia yang kepikiran buat traveling ke Filipina. Bahkan, gue pun, dulu. Saat gue harus ke Filipina, nggak ada objek yang gue tahu selain Christian Bautista. Dan sepatu-sepatunya Imelda Marcos. Jadi gue senang banget ketika diajak ikut Underground River Tour.

Ini gerbang masuknya loooh

Kita diajak menyusuri ‘sungai’ di dalam gua. Keistimewaan underground river di Filipina adalah airnya yang langsung mengalir ke laut. Makanya, lokasi ini juga masuk dalam daftar konservasi alam UNESCO. Tempat  ini berlokasi di Pulau Palawan. Dari Manila, bisa ikut penerbangan ke kota Puerto Princesa di Pulau Palawan.

Ada perahu kecil, kalo kata orang banjar mah ‘jukung’. Bisa dinaiki sekitar 10 orang. Gue memilih tempat duduk paling belakang dan sendirian. Ceritanya biar gue bisa lihat ke depan, dan lihat ke belakang. Setiap perahu ini ada mamang yang dayungin. Selain ngedayung, dia juga jadi guide selama perjalanan.

Tur-nya sendiri sekitar 40 menit pulang pergi. Panjang aliran sungai yang dilalui sekitar 8 kilometer. Aslinya, sungai bawah gua ini, panjangya lebih dari 20 kilometer. Nggak usah nanya, kenapa nggak sekalian turnya 20km. Kasian yang ngedayung, capek… Bayangin aja, mamangnya ngedayung sendirian, nggak pake mesin.

Mamang yang ngedayung, ceria dan enerjik

Gue duduk paling belakang, begitu nengok, mamang yang ngedayung uda pose aja. Semangat ya, pak.

Setiap perahu dibekali satu senter besar. Karena di dalam gua, pitch black. Bener-bener gelap. Gue mati gaya. Gimana motretnya nih. Dulu gue pernah mati gaya kaya gini, di Terowongan Mbah Soero, tambang bawah tanah. Tapi lampu-lampu kuning sepanjang Terowongan Mbah Soero masih memungkinkan kita buat motret.

Begitu memasuki gua, mamang dayung mulai cerita. Dari sejarahnya dan informasi-informasi umum lainnya. Tapi yang bikin seru adalah instruksi imajinasinya. Sebelum berangkat ke lokasi tur, guide tour di Puerto Princesa, Lawrence, bilang, “yang seru dari Underground River adalah berimajinasi. Dengarkan apa kata guide tour di sana, dan berimajinasilah.” Waktu itu gue nggak paham maksudnya.

Mamang yang ngedayung mulai mengarahkan mbak-mbak yang bawa senter di depan. “Kita berada di animal section. Yak, senternya arahkan ke kiri, agak ke atas… kelewatan, Mbak! Kebawahin…” Begitu kira-kira terjemahan dari instruksi mamamng yang ngedayung. Yang megang senter, jangan keburu kesel di suruh-suruh ya. hahaha.

“Anda lihat itu??? T-Rex di sebelah kanan Anda!”

Gue nganga-nganga. Ha? Di mana? Gue melihat cahaya dari senter yang menerangi stalaktit. Ternyata bentuknya mirip T-Rex. Jadi ini yang dimaksud Lawrence. Kita diminta ngebayangin bentuk stalaktit dan stalamit sepanjang gua.

Mereka membaginya jadi per section, misal, ada juga area gua dengan stalaktit dan stalakmit menyerupai buah-buahan. Tanpa menghentikan perahu yang berjalan perlahan, ia melanjutkan, “this is section fruit and that’s big cucumber… “. Sebagian ngangguk-ngangguk paham melihat stalaktit yang diberi cahaya oranye itu menyerupai timun. Sebagian lagi ber-ooh ria, juga karena paham. Tapi ada juga yang cuma nganga diam, meski dalam hati agak frustrasi sambil membatin, “where is the f* cucumber?”. oh, itu gue. Maaf, gue kurang berimajinasi.

Menurut ‘penglihatan’ dan ‘imajinasi’ guide tour, ada bentuk ikan, nanas, singa, atau adegan film Lion King. Nampaknya, persatuan guide tour di underground driver ini judah diskusi dan membentuk kesepakatan stalaktit dan stalakmit mana yang menyerupai apa. Jadi nggak perlu protes kalau misal stalaktit yang katanya timun, lebih menyerupai… ah sudahlah.

Berikut foto-foto hasil mati gaya gue di dalam sana. Klik gambar untuk keterangannya yaaa

Tips agar underground river tour Anda jadi lancar tak terlupakan.

  • Kalau bawa kamera, buat jaga-jaga, dipakein waterproof case. Kadang-kadang ada air menetes dari langit-langit gua.
  • Ajak temen-temen kamu yang imajinasinya bebas dengan celotehan lucu untuk ikut tur ini. Biar sepanjang tur, ada celetukan gila atau justru pembahasan yang lebih liar di hotel setelah pulang dari tur
  • Kalau memang tidak memiliki keperluan memotret, menurut gue sebaiknya cukup motret satu dua kali dalam gua, sisanya mendingan menikmati perjalanan dan berimajinasi dengerin instruktur
  • Kalau pun niat motret, bawa flashgun yang cihuy deh. HAHAHA.

Yang kayak beginian, cuma ada di Underground River Tour Philippines, ready to go there? 😉

Ada juga cerita keistimewaan Filipina lainnya -selain Christian Bautista dan sepatu-sepatunya Imelda Marcos- di postingan berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 14, 2014 by in people, Travel and tagged , , , , , , , , .
%d bloggers like this: